Kabar

Pengertian Obesitas Menurut WHO dan Kemenkes RI, Ketahui Sejarahnya

539
×

Pengertian Obesitas Menurut WHO dan Kemenkes RI, Ketahui Sejarahnya

Sebarkan artikel ini

Obesitas dikenal sejak Mesir Kuno

Ilustrasi sejarah obesitas/sumber: pixabay

Obesitas adalah juga disebut kegemukan. Obesitas sebagai kondisi kesehatan yang perlu diatasi ternyata sudah dilakukan masyarakat dunia sejak era sebelum masehi. Dan hingga kini, WHO terus berusaha melakukan penanganan obesitas.

Nah, untuk mengetahui secara mendalam tentang obesitas, berikut disuguhkan informasi tentang pengertian obesitas menurut WHO dan Kementerian Kesehatan RI, serta disertakan juga informasi tentang sejarah obesitas.

Pengertian Obesitas Menurut WHO

Menurut World Health Organization (WHO), obesitas adalah suatu keadaan di mana lemak tubuh berlebihan menumpuk dalam jumlah yang merugikan kesehatan seseorang. Obesitas biasanya diukur dengan indeks massa tubuh (IMT), yaitu rasio berat badan dengan tinggi badan seseorang dalam satuan meter kuadrat (kg/m2). WHO menetapkan kategori obesitas pada orang dewasa dengan IMT 30 atau lebih.

Obesitas adalah kondisi serius yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan gangguan psikologis dan sosial, seperti rendah diri, depresi, dan stigmatisasi sosial.

Baca Juga:   Pengertian Obesitas pada Anak, Penyebab dan Cara Mencegahnya

WHO menyarankan adanya tindakan preventif dan pengobatan yang tepat untuk menangani masalah obesitas, termasuk perubahan gaya hidup, seperti diet sehat dan olahraga teratur. Pengobatan medis, seperti terapi perilaku, obat-obatan, dan bedah juga dapat menjadi opsi tergantung pada tingkat keparahan obesitas dan keadaan kesehatan seseorang.

Pengertian Obesitas Menurut Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga mengartikan obesitas sebagai suatu kondisi di mana terdapat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan dalam tubuh seseorang. Kemenkes RI juga menggunakan indeks massa tubuh (IMT) untuk mengukur obesitas, yaitu pada orang dewasa dengan IMT 25 atau lebih.

Obesitas di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, di mana prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga:   6 Makanan yang Harus Dihindari Agar Tidak Mengalami Obesitas

Kemenkes RI mendorong adanya upaya preventif dan intervensi untuk menangani obesitas, seperti program pencegahan obesitas melalui edukasi tentang pola makan sehat dan olahraga teratur. Selain itu, Kemenkes RI juga mendorong upaya peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, termasuk di bidang pengobatan obesitas. Kemenkes RI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti masyarakat, swasta, dan pemerintah daerah, untuk memperkuat gerakan pencegahan dan pengobatan obesitas di Indonesia.

Sejarah Obesitas

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Namun, kasus obesitas telah ada sejak zaman kuno.

Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa obesitas telah dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Bangsa Mesir kuno menganggap obesitas sebagai simbol kekayaan dan kekuasaan, sehingga banyak orang kaya dan bangsawan yang sengaja meningkatkan berat badan mereka.

Pada abad ke-5 SM, Hippocrates, bapak kedokteran modern, memahami hubungan antara makanan dan kesehatan, dan menyarankan untuk menjaga berat badan yang sehat. Namun, pandangan ini tidak banyak diikuti pada masa itu.

Baca Juga:   UNICEF: Makanan Tak Sehat Penyebab Utama Obesitas

Pada abad ke-19, obesitas mulai dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat di Amerika Serikat, di mana obesitas telah menjadi masalah besar di kalangan orang dewasa. Pada awal abad ke-20, penelitian mulai dilakukan untuk memahami hubungan antara obesitas dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Pada tahun 1948, National Heart Institute di Amerika Serikat mengadakan studi epidemiologi terbesar tentang obesitas yang pernah dilakukan. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Sejak saat itu, obesitas semakin dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Organisasi kesehatan dunia, seperti World Health Organization (WHO), terus melakukan penelitian dan mempromosikan program pencegahan obesitas untuk mengatasi masalah ini.