Kabar

Pengertian Obesitas pada Anak, Penyebab dan Cara Mencegahnya

472
×

Pengertian Obesitas pada Anak, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sebarkan artikel ini

Obesitas bisa menggangu kesehatan anak

Ilustrasi bayi - sumber: pixabay

Kementerian Kesehatan RI Mencatat, pada Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada Balita sebanyak 3,8%. Dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit.

Kasus obesitas pada anak memang tak sebanyak kasus pada orang dewasa. Namun, meski demikian perlu tetap mendapat perhatian serius.

Pengertian Obesitas pada Anak

Obesitas pada anak adalah kondisi di mana anak memiliki berat badan yang lebih tinggi dari yang seharusnya untuk usia dan tinggi badannya. Hal ini bisa terjadi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi obesitas pada anak antara lain faktor genetik, pola makan, aktivitas fisik, lingkungan, dan faktor psikologis.

Obesitas pada anak dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka, seperti meningkatkan risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Selain itu, anak yang mengalami obesitas juga dapat mengalami masalah psikologis seperti rendah diri dan depresi.

Untuk mengatasi obesitas pada anak, penting untuk mengubah pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Anak perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta menghindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam. Selain itu, anak juga perlu melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau bermain di luar rumah secara teratur. Penting juga untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anak dalam upaya mengatasi obesitasnya. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat dalam mengatasi obesitas pada anak.

Baca Juga:   5 Jenis Diet yang Tepat Cegah Obesitas

Mencegah Obesitas pada Anak

Mencegah obesitas pada anak lebih baik daripada mengobati obesitas setelah anak terkena. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas pada anak:

Menjaga pola makan yang sehat: Anak perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, terutama makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Perbanyaklah konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan protein rendah lemak seperti ikan dan ayam. Hindari makanan cepat saji, camilan tidak sehat, dan minuman manis.

Memperkenalkan aktivitas fisik sejak dini: Anak perlu diberikan kesempatan untuk bergerak dan bermain secara teratur. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau bermain di luar rumah dapat membantu membakar kalori dan menjaga berat badan yang sehat.

Baca Juga:   Survei Kemenkes RI: 86,6% penduduk Indonesia sudah punya antibodi terhadap SARS-CoV-2

Mengurangi waktu duduk: Kurangi waktu duduk yang berlebihan, seperti menonton televisi, bermain game, atau menggunakan gadget. Batasi waktu duduk dan alihkan ke aktivitas yang lebih produktif seperti membaca buku atau bermain di luar rumah.

Memberikan contoh yang baik: Orang tua dapat memberikan contoh pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Hal ini dapat memotivasi anak untuk melakukan hal yang sama.

Membuat kebiasaan hidup sehat: Jadikan hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari. Mengatur jadwal makan dan tidur yang teratur serta menghindari stres dan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol juga dapat membantu mencegah obesitas pada anak.

Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi: Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran dan panduan yang tepat untuk mencegah obesitas pada anak.

Penyebab Obesitas pada Anak

Obesitas pada anak disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk faktor genetik dan lingkungan. Berikut adalah beberapa penyebab obesitas pada anak:

Pola makan yang tidak sehat: Anak yang mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam serta minuman manis, cenderung memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi. Selain itu, makanan cepat saji dan camilan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

Baca Juga:   Apa Beda Obesitas dan Kegemukan? Berikut Penjelasannya

Kurangnya aktivitas fisik: Anak yang kurang aktif dan jarang bergerak cenderung memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kalori tidak terbakar dan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.

Faktor genetik: Obesitas pada anak dapat terjadi akibat faktor genetik atau keturunan. Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas.

Lingkungan: Faktor lingkungan seperti kurangnya akses pada makanan sehat dan tempat berolahraga, serta lingkungan yang cenderung mempromosikan gaya hidup tidak sehat, dapat berkontribusi pada obesitas pada anak.

Faktor psikologis: Beberapa anak mungkin makan berlebihan sebagai bentuk mekanisme koping pada stres, kecemasan, atau depresi.

Untuk mencegah obesitas pada anak, penting untuk mengenali faktor-faktor ini dan mengambil tindakan yang tepat untuk mempromosikan gaya hidup yang sehat dan aktif.