Kabar

Apa Itu Program Kolega Andalan Pemkab Bojonegoro? Ini Penjelasannya

363
×

Apa Itu Program Kolega Andalan Pemkab Bojonegoro? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Apa Itu Program Kolega Andalan Pemkab Bojonegoro? Ini Penjelasannya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) meluncurkan program baru bernama Kolam Lele Keluarga atau Kolega, yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat miskin. Pada Rabu (18/9/2024), Disnakkan menggelar sosialisasi dan serah terima paket program ini di aula kantor Disnakkan, Jl. Basuki Rahmad No 2 Bojonegoro.

Apa Itu Program Kolega?
Program Kolega bertujuan untuk memberdayakan keluarga miskin dengan memberikan bantuan berupa kolam terpal bundar untuk budi daya lele di pekarangan rumah. Kepala Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan di Bojonegoro melalui pemberdayaan ekonomi berbasis perikanan.

“Penerima dipilih berdasarkan potensi air di wilayah tersebut. Selain itu, kami juga mendirikan kelompok usaha perikanan untuk membantu warga yang baru merintis agar bisa belajar dari kelompok yang sudah ada,” kata Catur.

Baca Juga:   Lari Jadi Tren, Pemkab Bojonegoro Gelar Medhayoh Night Run

Siapa yang Mendapatkan Bantuan?
Program Kolega ini adalah proyek percontohan yang dilaksanakan di 9 kecamatan, dengan 15 desa terpilih berdasarkan kriteria khusus. Sebanyak 70 warga yang terdaftar dalam Damisda (Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah) menerima bantuan tersebut. Setiap penerima mendapatkan paket yang terdiri dari satu unit kolam bundar, 30 kilogram pakan ikan-1, 150 kilogram pakan ikan-2, dua buah seser, dua botol probiotik, serta 2.000 ekor benih ikan lele.

Bagaimana Program Ini Berjalan?
Program Kolega dilengkapi dengan pendampingan dari penyuluh perikanan agar budi daya lele dapat berjalan berkelanjutan. Catur Rahayu menyarankan agar para penerima program memanfaatkan hasil panen dengan bijak. “Setelah panen, 50 persen hasilnya bisa digunakan untuk membeli kembali benih lele, pakan, dan probiotik, karena alat-alat seperti kolam bundar bisa digunakan berkali-kali,” tambah Catur.

Baca Juga:   Hobi Jadi Rezeki: Kisah Zulfa Nurin Hasnawati Menekuni Kerajinan Rajut  

Mengurangi Beban Belanja dan Menambah Gizi Keluarga
Teguh Prihandono, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, menekankan pentingnya program ini sebagai upaya prioritas daerah dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga masyarakat miskin. “Dengan adanya program Kolega, diharapkan warga penerima bisa mengurangi pengeluaran untuk belanja harian dan memanfaatkan hasil budi daya lele sebagai sumber gizi dan penghasilan tambahan,” jelas Teguh.

Ia juga menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari berbagai inisiatif pengentasan kemiskinan di Bojonegoro, termasuk program bantuan domba sejahtera. Teguh berharap, program-program semacam ini mampu mengubah ekonomi masyarakat Bojonegoro ke arah yang lebih baik.

Apa Harapan ke Depannya?
Program Kolega diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi sehari-hari, tetapi juga sebagai tambahan penghasilan. Teguh mengingatkan penerima untuk bekerja sama dalam memperkuat pemasaran hasil budi daya lele agar usaha ini bisa berkembang lebih besar. “Ini adalah bagian dari upaya kami memberikan semangat kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada dan mengubah perekonomian mereka,” ujarnya.

Baca Juga:   MTQ Bojonegoro 2022 Resmi Dibuka

Dengan adanya program Kolega, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat miskin dapat lebih sejahtera, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, melalui konsumsi ikan lele yang kaya gizi.