oleh

Kisah Annaya-Innaya bayi kembar siam berhasil dipisahkan tim dokter RSUD Dr Soetomo

Gubernur beri kado boneka

-Kabar-297 Dilihat

Balita kembar siam kasus dempet dada perut, Annaya Rizka Ramadhani dan Innaya Rizka Ramadhani (Annaya-Innaya) akhirnya diizinkan pulang ke kampung halaman di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/6/2022). Hal ini setelah lima bulan keduanya dirawat pasca pemisahan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara khusus menyempatkan diri menjenguk sekaligus melepas kepulangan Annaya dan Innaya dari RSUD Dr Soetomo. Gubernur Khofifah memberikan bingkisan kado serta boneka dan langsung menggendong kedua bocah mungil Annaya dan Innaya.

Gubernur Khofifah juga memberikan mainan edukatif yang segera disambut antusias oleh dua balita yang lahir pada 8 Mei 2019 tersebut. Pasalnya mereka baru saja berulang tahun yang ketiga. Yang secara membahagiakan dilewati dalam kondisi sehat dan telah dalam keadaan terpisah.

Bayi kembar siam ke 114

Anaya dan Inaya ini adalah kembar siam ke 114 yang berhasil ditangani oleh tim dokter rumah sakit milik Pemprov Jatim ini. Sejak konsultasi sebelum pemisahan, proses operasi pemisahan hingga pacsa pemisahan, kondisi Anaya dan Inaya terus dipantau dengan cermat.

“Dari proses pasca operasi pemisahan, saya terus mengikuti perkembangan Annaya dan Innaya. Sehingga saya bisa membayangkan sebelum dan sesudah operasi perkembangan Annaya dan Innaya ini seperti apa,” jelasnya dikutip dari laman Kominfo Jatim.

Keberhasilan operasi kembar siam yang sejauh ini telah dilakukan RSUD Dr Soetomo. Hal ini membuktikan bahwa memang SDM dan kemajuan teknologi yang dimiliki sudah sangat canggih.

Bahkan, saat ini tim dokter RSUD Dr Soetomo juga tengah memberikan mentoring bagi dokter-dokter rumah sakit provinsi lain terkait penanganan kasus kembar siam.

Mantan Menteri Sosial itu berdoa, semoga Annaya dan Innaya bisa terus tumbuh menjadi anak yang sholehah, sehat sesuai dengan perkembangan usianya.

“Allhamdulillah mereka baru saja berulang tahun yang ketiga. Jadi ini masuk kategori Golden Age atau usia emas dari proses tumbuh kembang seorang anak secara fisik maupun psikologis mereka. Semoga Annaya dan Innaya terus sehat, tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua,” urainya.

Anaya Inaya tiba pertama pada 31 Januari 2022

Direktur RSUD Dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi didampingi tim dokter kembar siam dr. Martono mengatakan, bahwa kembar siam Anaya-Inaya ini pertama kali tiba di RSUD Soetomo pada tanggal 31 Januari 2022.

Setelah melalui tahapan pemeriksaan, diputuskan pelaksanaan operasi dilakukan pada tanggal 15 Februari 2022. Operasi pemisahan Annaya dan Innaya berlangsung selama 10 jam operasi. Pelaksanaan operasi disaksikan langsung oleh Bupati Lombok Timur melalui layar video.

Tak lama berselang usai operasi pemisahan, tepatnya pada tanggal 17 Februari 2022, Gubernur Khofifah berkesempatan menjenguk dan melihat langsung kondisi bayi Annaya dan Innaya setelah dipisah.

Setelah menjalani masa perawatan dan pemulihan pasca pemisahan selama lima bulan penuh, akhirnya Annaya dan Innaya diizinkan oleh tim dokter untuk pulang.

Berita Terkait